3 Jenis Pendidikan Untuk Menjadi HRD Profesional (Jurusan Kuliah)

Human Resources

Ingin menjadi bagian Personalia sebuah perusahaan? Inilah 3 jenis pendidikan untuk menjadi HRD yang wajib kamu tempuh. 

HRD atau Human Resource Department adalah sebuah divisi yang bergerak dibidang pemberdayaan manusia. Ruang lingkup HRD meliputi aktivitas yang berkaitan dengan masalah kepegawaian, mulai dari karyawan, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya.

Menjadi bagian dari unit sumber daya manusia (HRD) tidaklah semudah yang kamu bayangkan. Seorang HRD dituntut untuk memiliki komunikasi yang baik dengan semua pegawai di perusahaan.

Sebab, Human Resource Department merupakan wadah yang menjadi penghubung antar karyawan di sebuah industri. Tak jarang HRD diminta untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ada. 

Oleh karenanya, untuk menjadi seorang HRD terkadang membutuhkan naluri dalam menganalisa setiap keadaan, seperti melihat tiap-tiap pegawai apakah dalam keadaan baik, atau sebaliknya. 

Hal ini dikarenakan, pegawai yang sedang bermasalah akan berdampak pada penurunan kinerja. Sedangkan, merosotnya produktivitas seseorang bisa mengakibatkan berbagai hal, termasuk kerugian materil dalam sebuah perusahaan.

Bukan itu saja, sebenarnya untuk bisa jadi bagian dari departemen sumber daya manusia, dibutuhkan keahlian khusus yang bisa kamu tempuh.

Mulai dari memahami perusahaan, memahami karakter, memahami laporan HR, memberikan solusi dan latar belakang pendidikan yang sesuai.

Hanya saja, yang paling utama dan harus kamu lakukan adalah menempuh jalan pendidikan untuk menjadi HRD profesional. Adapun berbagai jalur pendidikan untuk menjadi HRD yang harus kamu tempuh antara lain :

Pendidikan Untuk Menjadi HRD Profesional

1. Psikologi

Ilmu Psikologi berguna untuk seorang HRD ketika mewawancara
Gambar via Pexels

Mungkin kamu sudah tidak asing dengan jurusan pendidikan untuk menjadi HRD yang satu ini. Lulusan psikologi memang dikenal dapat berkarir menjadi seorang Human Resource di berbagai industri.

Mulai dari Sarjana Psikologi hingga Magister Psikologi, lulusannya berpeluang besar terpilih menjadi bagian divisi sumber daya manusia. 

Tak heran orang berbondong-bondong masuk fakultas Psikologi agar bisa bekerja sebagai HRD.

Jika menempuh pendidikan Psikologi, maka kesan pertama yang melekat pada diri kamu adalah bisa membaca pikiran. Padahal jurusan Psikologi tidak diajarkan membaca pikiran, melainkan membaca karakter.

Kamu akan diajarkan bagaimana caranya membaca karakter seseorang berdasarkan ekspresi wajah, gerakan mata, tangan atau anggota tubuh lainnya.

Sebab, di dunia Psikologi semua gerakan badan, ekspresi wajah, cara bicara, hingga tulisan tangan semuanya memiliki makna spesifik.

Bukan itu saja, fakultas ini juga mengajarkan berbagai hal logis lainnya, seperti kepribadian, membuat modul pelatihan, kemampuan mengolah data (kualitatif dan kuantitatif), riset (penelitian), hingga filsafat akan dipelajari disini.

Tak heran, untuk menempati kursi di departemen sumber daya manusia (HRD) jurusan psikologi paling banyak dibutuhkan. Jika kamu berminat bekerja sebagai staff HRD, jurusan Psikologi bisa kamu pilih.

2. Manajemen

Pendidikan untuk menjadi HRD kedua yang bisa kamu tempuh adalah Manajemen. Manajemen termasuk dalam Fakultas Ekonomi bersama dengan jurusan Akuntansi.

Manajemen sendiri terbagi menjadi 7 bidang konsentrasi berbeda, diantaranya manajemen SDM, Keuangan, Produksi, Pemasaran, Informasi, Strategis, dan Administrasi.

Hanya saja, jika kamu berminat untuk menjadi seorang HRD, fokuslah pada bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. 

Di jurusan Manajemen SDM, kamu akan dibentuk menjadi orang yang mampu mengelola perusahaan dengan lancar.

Selain itu, keahlian dalam menganalisa data, komunikasi, sosialisasi dan  jiwa kepemimpinan kamu juga akan dilatih disini. Sehingga untuk menempati posisi HRD, menempuh jurusan Manajemen juga sangat tepat.

3. Hukum

Pendidikan untuk menjadi HRD selanjutnya adalah jurusan Hukum. 

Meskipun jurusan ini sebagian besar bekerja di bidang hukum, seperti pengacara, notaris, hakim dan jaksa, namun Sarjana Hukum (SH) juga berpeluang besar bekerja sebagai legal staff HRD.

Bukan tanpa alasan, lulusan fakultas ilmu hukum telah dibekali dengan berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan status hukum, mulai dari hukum pidana, perdata, etika dan tanggung jawab profesi, atau sebagainya..

Sebagai anggota divisi HR, kamu akan dituntut untuk menguasai pasal-pasal yang berkaitan dengan Undang-Undang SDM. Sebagai lulusan fakultas hukum, kamu tentu sudah menguasai berbagai pasal tersebut.

Sehingga kemungkinan miss atau salah akan suatu peraturan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan sangat kecil. 

Terlebih saat kamu menempuh pendidikan untuk menjadi HRD di fakultas hukum, bukan hanya pasal-pasal yang diajarkan, tapi juga dilatih untuk menjadi individu yang penuh percaya diri.

Bukan itu saja, kamu juga akan dibimbing agar lebih komunikatif, kritis, peka terhadap lingkungan, dan dibentuk menjadi pribadi yang mudah menyelesaikan masalah. 

Kesimpulan

Itulah 3 jurusan yang bisa kamu pilih dalam menempuh pendidikan untuk menjadi HRD profesional. Menjadi bagian dari Human Resource Department adalah suatu kebanggaan tersendiri.

Selain bisa berkesempatan mengenal banyak individu, kamu juga bisa melihat keberagaman karakter dari tiap-tiap individu yang kamu temui.

Mudah-mudahan keinginan kamu menjadi seorang HRD bisa tercapai ya. Semoga bermanfaat!

Salam,

Mei

Scroll to Top